Minggu, 30 Maret 2014

tugas bahasa inggris bisnis

35. The soup needs more salt because he does not taste very good.
       Kalimat ini sudah benar dan tidak perlu dilakukan koreksi.

Rabu, 01 Januari 2014

cerpen


Pertemuan aku dengan dia terjadi saat aku masih duduk dibangku SMA. Awalnya aku sama sekali tidak mengenal dia, bahkan aku juga sangat jarang bertemu dengan dia. Tapi karena keadaan yang membawa kami, kami pun saling mengenal. Perkenalkan namaku Ajeng Laraswati dan sering dipanggil Ajeng. Aku lahir dikota Solo, desa Kedungwinong. Lalu yang aku sebut dengan dia diatas adalah Adhi Putro Utomo dan aku biasa memanggilnya dengan sebutan tomo. Tomo berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Perkenalan aku dengan Tomo

Saat itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 2. Aku biasa kalau pulang sekolah pasti aku langsung pulang kerumah tanpa mampir-mampir ketempat yang kurang jelas kecuali jika ada sesuatu hal yang sangat penting. Contohnya jika ada belajar kelompok dirumah teman atau ada tambahan pelajaran disekolah. Aku terbiasa sesampainya dirumah aku langsung masuk kamar dan tidak pernah aku main diluar rumah. Jadi aku jarang sekali keluar rumah. Mungkin karena aku sudah lelah dengan kegiatan aku disekolah atau memang itu sudah kebiaasaan aku. Sepulang aku sekolah aku biasanya menggati pakaian sekolahku lalu aku membersihkan diri lalu aku tidur siang. Ya cukuplah 2 jam untuk tidur dan kalau tidak bisa tidur aku menonton acara-acara yang ada di tv. Dan setelah itu aku membersihkan rumahku seperti menyapu, mencuci piring dan lain-lain. Itu adalah pekerjaan pokok yang selalu aku lakukan setiap hari dan itu menjadi tanggung jawabku dirumah. Karena orang tuaku mendidik aku supaya aku memiliki tanggung jawab
Orang tua ku memiliki kost-kost an di sekitar rumahku. Jaraknya pun tidak jauh dari rumahku. Dan kebetulan yang mengekost dikostan itu adalah seoarang “bujangan” namanya Joko. Dia bekerja disalah satu perusahaan di Jakarta. Joko ini adalah seseorang yang sangat baik hatinya. Sampai-sampai aku memanggilnya dengan sebutan “om” ya karena kedekatan keluarga ku dengannya yang sudah seperti saudara sendiri. Ayah dan ibu ku juga menganggapnya seperti adik mereka sendiri. Jika ada sesuatu hal pasti Om Joko membantu kami.
 Setelah kira-kira 2 tahun Om Joko ini ngekost di kosatan ibuku datanglah seorang laki-laki dan dia pun juga masih “bujangan”. Dia adalah sepupunya Om Joko. Namanya adalah Adhi Putro Utomo. Eitss....sebelumnya aku sama sekali tidak mengenal dia. Perkenalan aku dengan dia sangatlah panjang. Sering kami berdua bertemu atau berpapasan tapi kami tidak pernah saling bertegur sapa. Karena aku menganggap Adhi ini sangatlah sombong atau sangatlah pemalu...aku pun tidak tahu. Ekspresi mukanya sangat datar jika bertemu denganku. Entah jika bertemu denganku saja atau memang wajahhnnya yang selalu datar. Saat itu aku disuruh Om Joko untuk membantunya mengenyelesaikan tugasnya dan akhirnya aku pergi ke kostan Om Joko. Disana aku bertemu dengan Adhi. Dan karena aku hampir tiap hari kesana aku dan dia pun saling mengenal. Yaa.. meski bukan dengan perkenalan yang resmi. Setelah aku mengenal dia ternyata dugaan aku salah besar. Adhi adalah sosok yang baik hati, sabar, dan sedikit pemalu. Dan ngobrol sama Adhi pun asyik, nyambung, dan dia cukup update tentang masalah-masalah yang terjadi di masyarakat.
Setelah aku mengenal Adhi lebih jauh. Kami sering jalan berdua, makan diluar berdua, dan seru-seruan lainnya. Bahkan kami sering hunting foto bareng sambil jalan-jalan. Dan tidak jarang aku yang menjadi modelnya dia. Ya meski aku bukan model sungguhan yang sudah profesional tapi aku cukup baik jika berpose di depan kamera.

Kelulusan sekolahku

Ujian Nasional pun sudah dimulai. Dan aku mengikutinya dengan baik. Dan alhamdulilah aku mendapatkan nilai yang cukup bagus. Dan mendapatkan NEM yang cukup tinggi. Setelah pengambilan rapor di sekolah SMA ku dan saat itu ayah ku yang mengambilnya, aku meminta ijin ke ayah untuk kerumah salah satu temanku. Aku ingin main dirumah temanku. Dan ayahku mengijinkan aku main dengan syarat tidak boleh sampai malam.
Dan sesampainya dirumah temanku, salah satu temanku yang lain mengajak untuk mendaftarkan diri masuk ke Perguruan Tinggi Negri (PTN) melalui media sosial dan secara online. Dan akhirnya teman-temannku setuju. Teman-temanku bergantian mengisi formulir pendaftaran dan mengisi PTN mana yang mereka ingin tuju. Dan sekarang giliran aku. Aku mengisi formulir pendaftaran itu dengan sangat hati-hati. Mulai dari nama, tempat tanggal lahir, sampai PTN mana yang ingin aku tuju. Saat itu aku mengisi Universitas Negri Jakarta (UNJ) dengan jurusan Bahasa Indonesia dan Universitas Negri Semarang (UNNES) dengan jurusan Bhasa Indonesia. Lalu aku mengeprint surat pendaftaran tersebut suapaya menjadi bukti saat aku mengikuti ujian tersebut. Lalu aku dan teman-teman kembali bersenda gurau kembali. Lalu aku kembali pulang karena hari sudah sore dan aku ingat pesan ayahku kalau aku tidak boleh pulang malam.
Sesampainya aku dirumah aku langsung menaruh tas dan sepatuku, aku langsung mandi karena aku ingin membicarakan masalah ku jika aku sudah mendaftar untuk masuk PTN dengan ibu dan ayahku. Aku sholat magrib dulu sebelumnya. Aku menungggu ibu dan bapakku selesai sholat. Lalu aku memanggil mereka berdua agar duduk diruang tamu. Aku memberi tau kepada ibu dan bapakku. Dan.....ternyata salah. Yang aku ingin itu Universitas yang ada di Solo selain Jakarta. Tetapi aku malah memilih kota Semarang. Sebenarnya yang ingin aku pilih itu UNS yaitu Universitas Negri Surakarta. Jadi aku salah mengartikan nya. Aku kira yang aku pilih adalah Universitas yang ada di Solo/Surakarta ternyata di Semarang. Aku bermaksud mengambil di Solo karena supaya aku bisa pulang tiap minggunya kerumah mboke. Ya sudahlah mau dikata apa. Nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terjadi dan tidak dapat diubah. Aku hanya pasrah dan tawakal. Dan ibu dan bapakku juga sudah mau menerima kekeliruan aku.
Setelah mengikuti ujian yang aku daftar kemarin, akhirnya pengumuman pun akan dikeluarkan melalui media sosial. Dan aku membuka pengumuman itu sangatlah mendebarkan hati. Aku,ibu,ayah,adhi, dan om  joko kumpul diruang tengah untuk melihat hasil ujian. San setelah hasil ujian muncul ternyata aku keterima di kampus ke 2. Betapa bangganya aku dapat masuk Universitas Negri. Ucap syukur dari keluargaku saat itu. Dan ayahku segera menelfon pamanku yang di Solo dan pamanku segera mencarikan kost-kostan untukku melalui temannya yang tinggal di Semarang. Semua kebutuhan telah dipersiapkan mulai dari kostan, perlengkapan kostan, bahkan uang jajan ku untuk selama aku tinggal sendiri.
Tapi sayang..saat itu aku jatuh sakit. Padahal aku hanya sakit gigi. Gusi belakangku bengkak. Dan aku tidak dapat mengunyah makanan. Dan disitu ibuku sangat khawatir kepada ku. Pikirnya aku yang baru saki gigi saja udah seperti ini apalagi aku demam nanti saat aku dikostan. Tinggal sendiri jauh dari orang tua. Lalu ibuku bicara ke ayahku supaya membatalkan aku pergi ke Semarang. Dengan alasannya dia tadi. Dan ayahku menyetujuinya. Ayahku juga berfikiran yang sama dengan ibuku.
Dan akirnya aku batal untuk kuliah di Semarang. Lalu aku memutuskan untuk kuliah di Universitas Swasta di deket daerah rumahku. Dan aku mengambil Jurusan Akuntansi.

Kembali ke Kota Solo

Aku sangat kaangen dengan mboke. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku pengen pulang ke Solo. Tapi aku belum liburan. Dan aku pun bilang ke bapak kalaau aku ingin pulang ke Solo. Tapi jawaban bapak “tunggu kamu liburan” ....ya aku hanya mengangguk saja tanpa berkata satu kata pun.
Setelah liburanku tiba, bapak menepati janjinya. Bapak menemaniku pulang ke Solo. Dan kebetulan sekali Om Joko ada acara keluarga di Semarang. Dan Om Joko mengajak aku ikut ke Semarang. Ya begitu juga dengan Adhi akan ikut. Ya aku langsung berfikir kenapa aku ga mampir ke Semarang dulu habis itu langsung ke Solo. Dan aku langsung menyampaikan ide ku itu ke bapak. Dan bapak pun setuju.
Hari yang ditunggu pun tiba, tapi tidak dengan Om Joko. Karena Om Joko ada urusan mendadak di kantornya jadi dia ga bisa ikut. Ya jadi yang ikut adalah aku, bapak, dan Adhi. Kami jalan dari rumah jam 3 setelah aku selesai kuliah. Kami ke pangkalan bus. Karena kami naik bus ke jurusan Semarang. Lalu busnya jalan jam 5. Selama perjalanan aku dan Adhi ngobrol, bercanda, yaaa kebanyakan sih aku tidur. Dan sampailah kami ddi Koota Semarang pukul 4 pagi. Kmai turun di terminal lalu kami naik taksi untuk menuju kerumah saudaranya Adhi yang punya hajat.
Disana aku dan bapak disambut baik oleh keluarga Adhi dan orang tuanya. Bapak ngobrol dengan saudara-saudaranya Adhi dan akupun sempat tertidur di salah satu kamar rumah itu. Ya pukul 11 aku bersiapdiri untuk datang ke pesta pernikahan. Kami berangkat menuju gedung dengan mobil. Rasa kekeluargaan sangat terasa disana. Menyaksikan dan mengikuti acara satu persatu. Dan aku dan bapak sempat melihat-lihat keadaan di gedung itu. Sangatlah asik. Dan acara pun selesai. Aku dan rombongan kembali kerumah. Lalu sekitar pukul 16.00 aku, bapak, dan adhi pun meminta ijin supaya kami bisa lanjut ke Solo. Lalu kami pun ijin kepada semua saudara. Setelah kami ijin kami diantar salah satu saudara Adhi menuju terminal.
Kami melanjutkan perjalanan ke Solo yaitu kampung halaman ku. Yang sudah lama sekali aku merindukannya. Desa kedungwinong yang sangat aku rindukan. Kami sampai di kampungku jam 21.00. orang-orang sudah tidur dan suasana pun sudah sepi yaa maklum dikampung. Setelah dibukakan pintu oleh mboke aku segera memeluknya. Untuk melepas rindu kangenku kepadanya. Mboke langsung menyuruh kita untuk beristirahat. Ya kami pun langsung tidur.
Keesokan harinya aku dan Adhi berencana jalan-jalan mengitari kota Solo. Aku jalan-jalan mengunjungi Wadduk Gajah Mungkur, Pasar Klewer, dan objek wisata lainnya.
Dan itulah cerita pendekku dengan Adhi. Semua pengelaman ku dengannya belum semua aku ungkapkan disini. Tapi suatu saat nanti aku ingin menceritakan lebih. Terimakasih.......

Rabu, 06 November 2013

Resensi dan Sinopsis Novel Perahu Kertas



Judul novel                      :Perahu Kertas
Penulis                            : Dewi Lestari
Penerbit                          : Bentang Pustaka/Truedee
Jumlah Halaman              : 444 halaman
Harga Buku                     : Rp.58.650
Terbit Pertama kali           : 2010

Sinopsis
Cerita ini dimulai dengan kisah seorang anak muda bernama Keenan. Ia seorang remaja yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas-nya di Belanda, tepatnya di Amsterdam. Keenan menetap di Negara tersebut selama hampir 6 tahun lamanya, bersama sang nenek. Keenan terlahir dengan cita-cita menjadi pelukis. Namun, ia dipaksa untuk kembali ke Indonesia oleh sang Ayah. Keluarganya tidak mendukung Keenan menjadi seorang pelukis. Ia pada akhirnya memulai perkuliahan di salah satu Universitas di Bandung. Ia mengalah dan memutuskan untuk belajar di Fakultas Ekonomi.

Tokoh lain adalah wanita bertubuh mungil bernama Kugy. Kugy adalah seorang  kepribadian yang riang dan ceria. Dan Keenan yang cenderung dingin dan kaku. Kugy juga merupakan sosok yang eksentrik, gesit dan nyentrik. Ia akan sangat mudah dikenali jika ada di dalam kerumunan. Kugy adalah sosok yang sangat menggilai dongeng dan kisah klasik. Dari  kecil ia bercita-cita menjadi seorang penulis dongeng. Ia memiliki sejumlah koleksi buku dongeng, ia ingin penjadi seorang perancang dongen dan juru dongeng (karena ia memiliki hobi berkhayal, dan dari khayalannya itu ia pernah mengirimkan surat untuk Dewa Neptunus yang dilipatnya kertas tersebut dan dihanyutkannya ke danau ataupun laut). Namun di tengah impiannya yang sangat ia dambakan, kenyataan memaksanya sadar bahwa penulis dongen bukan profesi yang banyak menghasilkan materi. Kugy dipaksa untuk menyimpan dan memendam mimpinya demi sebuah rasionalitas pun realisme hidup untuk mendapatkan materi. Meski demikian, tokoh Kugy ini tidak patah arang. Ia mencintai dunia tulis-menulis. Hal ini yang membuat ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya yaitu Keenan.

Lalu pertemuan antara kedua tokoh ini tidak terlepas dari tokoh lain yakni Noni dan Eko. Noni adalah tokoh pendukung cerita yang merupakan sahabat dekat Kugy. Dan Eko adalah sepupu Keenan. Pertemuan pertama Kugy dan Keenan adalah momen dimana Eko dan Noni menjemput Keenan yang baru tiba di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan bersama Eko dan Noni. Diam-diam Kugy dan Keenan  saling mengagumi. Kugy yang senang bercerita lewat dongeng merasa takjub bertemu dengan Keenan, seseorang yang mampu bercerita lewat gambar. Mereka diam-diam jatuh cinta. Namun, kondisi menuntut mereka untuk terus diam dan menebak satu sama lain. Tebakan mereka terhadap perasaan masing-masing semakin menjadi dikarenakan Kugy telah memiliki pacar bernama Joshua atau Ojos (panggilan yang diciptakan oleh Kugy). Sementara itu, Keenan yang belum memiliki pasangan, hendak dijodohkan dengan tokoh bernama Wanda. Wanda sendiri adalah seorang Kurator muda. Hal ini yang membuat Eko juga Noni bersemangat mendekatkannya dengan Keenan yang jago melukis.

Persahabatan Kugy, Keenan, Eko dan Noni berjalan apa adanya. Namun semakin lama mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat yang ia urus. Ia menjadi salah satu guru relawan. Ia mengajar dengan cara mendongeng. Anak-anak yang semula usil dan selalu menggangu Kugy, berbalik suka berkat dongeng petualangan berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Dongeng tersebut dituliskan Kugy dalam sebuah buku. Di waktu mendatang, buku dongeng tersebut diberikan pada kenan.

        Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Pada mulanya, hubungan mereka baik-baik saja berjalan apa adanya. Namun, beberapa waktu hubungan tersebut menjadi rumit dan menghentak Keenan. Ia menyadari bahwa apa yang ia berusaha bangun, hancur dalam hitungan waktu semalam. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenan pun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Kota Bali. Di Pulau Dewata tersebut, Keenan tinggal dengan Pak Wayan. Pak Wayan adalah sahabat ibunya.

Sebelum pergi, Kugy memberi Keenan buku dongen “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Keenan membawanya ke Bali. Di tempat Pak Wayan, perlahan Keenan membangun hidup dan mimpinya kembali. Ia hidup bersama banyak seniman dan menjadikan naluri seninya dalam melukis semakin terasah. Dia mengembangkan bakat dan potensinya di Bali. Di Bali, Keenan mengagumi Luhde Laksmi, Luhde Laksmi adalah keponakan Pak Wayan. Pada akhirnya, Setelah beberapa waktu, Keenan menjadi salah satu pelukis yang karyanya diburu. Ia menciptakan serial lukisan yang digemari kolektor. Kisah tersebut adalah dongeng yang sebelumnya Kugy berikan yaitu “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit” .

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung ia memutuskan selepas kuliah Kugy kembali ke Jakarta dan menjadi seorang Copywriter. Ia kemudian menjalin hubungan dengan atasannya yang juga merupakan teman karib kakaknya yang bernama Remigius. Ia dan Remi menjalin hubungan meski diam-diam Kugy masih sering mengenang Keenan. Sampai suatu waktu, Kugy kembali bertemu dengan Keenan yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena serangan stroke. Keenan harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan di kondisi yang berbeda ini membuat mereka tak bisa lagi menahan perasaan masing-masing diantara mereka.

Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga dan tidak mudah. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan dalam pekerjaannya membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu. Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar pada pekerjaannya dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena iapun tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terhindarkan. Mereka bertemu dan saling melepas rasa kerinduan yang sudah lama mereka rasakan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Dan hanya dapat mengikuti apa yang direncanakan tuhan.

Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Tokoh dalam Perahu Kertas          
·         Maudy Ayunda - Kugy
·         Adipati Dolken - Keenan
·         Reza Rahadian - Remi
·         Elyzia Mulachela - Luhde
·         Kimberly Ryder - Wanda
·         Sylvia Fully R - Noni
·         Fauzan Smith - Eko
·         Tio Pakusadewo - Pak Wayan
·         Ben Kasyafani - Karel
·         Marsha Natika – Amie

Kelebihan novel:
Menurut saya dalam novel ini, penulis dalam novel Perahu Kertas ini menggunkan bahasa yang mudah dimengerti sehingga pembaca pun bisa mengerti maksud dari penulisan novel ini. Yang berisikan tentang suatu persahabatan yyang tidak terduga dan terbentuk dari sebuah proses perkenalan, suatu masalah percintaan yang terjadi pada dua anak manusia yang saling menyayyangi tapi tidak dapat memiliki ‘cinta tak harus memiliki”, suatu perjuangan dalam kehidupan untuk menompang kehidupan yang mereka alami masing masing tokoh, serta keinginan yang sangat bessar pada diri mereka masing-masing.

Kekurangan novel:
Menurut saya dalam novel ini, kurang adanya kejadian yang sedikit menegangkan. Karena didalam ceritanya sangat mudah sekali dibaca oleh pembaca bagaimana akhir dari novel ini. Jika diberi suatu “kejadiian” yang sedikit menegangkan mungkin pembaca tidak jenuh membaca novvel ini.


Sumber:

Rabu, 16 Oktober 2013

Cerita Aku Tentang Pasar Klewer



Pasar Klewer
Pengalaman aku tentang pasar klewer cukup banyak. Aku ingin menjelaskan dulu tentang sejarah  pasar klewer  ya...
Pasar Klewer lahir pada jaman susah penjajahan Jepang (1942-1945), sebagai kepindahan pedagang dari Pasar Banjarsari. Situsi perekonomian yang memburuk membuat masyarakat Solo menjual bahan pakaiannya untuk sekedar menyambung hidupnya. Kesulitan ekonomi ini ternyata tidak hanya terjadi di kalangan rakyat jelata. Bangsawan-bangsawan Kasunanan dan Mangkunegaran juga tidak luput dalam kemelut jaman malaise ini. Kaum bangsawan biasanya menjual barang-barang berharga yang mereka miliki, seperti perhiasan, keramik, dan benda-benda antik lain. Sehingga saat ini kita mengenal Pasar (Antik) Triwindu tidak jauh dari Pura Mangkunegaran sebagai (dulunya) tempat bangsawan melepas benda-benda antik dan seni miliknya. Pedagang Pasar Klewer pada awalnya menjajakan dagangannya di sekitar Jalan Supit Urang, persis di muka Kraton Kasunanan. Mereka biasanya menggantungkan barang dagangannya secara acak di bahu dan di-klewerkan begitu saja. Sehingga tidak salah bila pasar rakyat ini dikenal dengan sebutan Pasar Klewer; yang dapat diterjemahkan secara bebas sebagai pasar di mana pedagang menggelar dagangannya secara pating klewer.Lokasi awal Pasar Klewer berada di daerah Banjarsari. Mengingat semakin banyak pedagang dan transaksi, Pasar Banjarsari terlihat kumuh. Lalu pedagang dipindah ke lokasi Pasar Klewer saat ini. Pasar Klewer berada dalam kesatuan tata kota Kraton Solo. Pesatnya perkembangan Pasar Klewer membuat—mau tidak mau—perluasan wilayah menjadi keniscayaan. Pasar Klewer yang kita temui saat ini merupakan pasar yang telah mengalami perluasan dari lokasinya semula.
Nah itulah sedikit ulasan sejarah tentang pasar klewer. Sekarang saatnya aku bercerita tentang pengalaman ku tentang pasar klewer. Diatas sudah dijelaskan bahwa pasar grosir baju batik atau lainnya yang berbau batik. Sehubung ibu aku itu di depok jualan baju batik, nah ibu aku itu membeli grosiran di pasar klewer.  Jika dia belanja pasti aku ingin ikut. Karena disana barang-barangnya sangat menggoda sekali. Dan harganya pun murah. Itu juga masih bisa ditawar lohh. Pasarnya sangat luas. Jadi kalau belum punya pengalaman yang cukup pasti kesasar disana.
Disana dijual baju batik, celana batik, blangkon, tas, dan semua yang berbau batik. Pasar yang sangat lengkap. Kondisi pasarnya juga bersih, keamanan ya cukup terjamin tapi kita juga harus tetap berhati-hati ya. Karena pasar klewer terletak disamping keraton surakarta jadi para pembelanja pun juga bisa sekalian mampir di keraton tersebut. Dengan mengngunjungi keraton juga bisa berbelanja murah.
Ohh iya satu lagi. Tepat dipintu masuk pasar ada salah satu pedagang makanan khas solo. Yaitu tengkleng, yaitu makanan dari daging kambing tapi dibumbui dengan bumbu khas solo. Rasanya itu mantabbb sekali. Padahal hanya nasi yang diberi santan dan daging kambing yang diolah dengan rempah-rempah. Tapi itu rasanya maknyusss sekali. Dan disajikan  dengan menggunakan tempat daun pisang dan sedok dari daun pisang pula. Dan harganya pun tidak sampai menguras kantong. Kalau saat aku makan harganya Rp.25.000 tapi entah kalau sekarang. Dan kalau kalian ingin mencoba jangan sore-sore datengnya. Pasti kehabisan kalo terlalu sore. Selamat mencobaaa....kalau ke pasar klewer jangan lupa mampir ya....
Hanya itu saja cerita singkat aku.... terimakasih ya.

10 Tips Mengurangi Mata Minus


10 tips mengurangi mata minus untuk kamu.....
Disini aku juga menderita mata minus. Makanya aku ingin share dengan kamu bagaimana mengurangi mata minus. Semoga ada manfaatnya ya, dan kamu yakin pasti akan berkurang minus yang dimata kamu. Semanggggatttttttt....
1.      Jaga kebersihan mata kamu
Faktor pertama ini sangat penting. Jaga kebersihan mata kamu. Agar mata kamu itu bebas dari kotoran seperti debu. Pasti kalian beraktifitas dong diluar rumah nah saat kalain beraktifitas itulah banyak debu yang masuk ke mata kita. Bersihkan secara teratur. Dan yang paling penting lindungi mata kamu saat kamu lagi berkendara motor ya.
2.      Istirahat 30 menit didepan layar
Kamu harus melakukan istirahat mata ini selama 30 menit saat kamu lagi membaca, ataupun bekerja di depan kompter.
3.      Terapi dengan daun sirih
Ambil 2 helai dau sirih. Yang sekiranya bisa menutupi kelopak mata kamu. Lalu kamu tampelkan saja ke kedua kelopak mata kamu saat kamu tidur. Tapi jangan lupa dibersihkan dulu ya.
4.      Terapi lilin
Dengan cara ini dipercaya dapat mengurangi minus. Caranya kamu nyalakan lilinya, lalu kamu tatap lilin tersebut dengan fokus tanpa berkedip. Biarkan mata kamu mengeluarkan air mata bahkan kalau banyak yang keluar itu tambah bagus.
5.      Gunakan pelindung anti radiasi
Pelindung anti radiasi ini sangat perlu dibutuhkan. Karena dengan menggunakannya dapat mengurangi radiasi yang akan ditimbulkan oleh komputer, hp, tv yang kamu gunakan.
6.      Tatap dan ikuti benda yang bergerak
Usahakan menatapnya hanya bola mata yang mengikuti objek itu pergi. Jangan badan atau leher kamu yang bergerak. Tatap objeknya dengan seksama.
7.      Senam mata
Senam mata sangat mudah sekali dilakukan. Bisa kamu kerjakan kapan saja dan dimana saja. Cukup dengan mengedip-ngedipkan mata lalu kamu pejamkan mata kamu sesaat lalu kamu tatap suatu objek dengan fokus.
8.      Tatap benda yang jauh tanpa kacamata
Lakukan dengan menatap benda-benda yang jauh lebih baik lagi jika kamu menatap seperti pepohonan. Dan dilakukan saat kamu bangun tidur ya.
9.      Lepaskan kacamata kamu
Jika memungkinkan kamu melepaskan kacamata saat bekerja, lakukanlah! Ini berfungsi mengurangi ketergantungan kita terhadap kacamata dan dapat mengurangi minus dimata.
10.  Konsumsi makanan dan buah
Ini juga sangat penting. Pilih lah makanan dan buah yang berfungsi mengurangi minus dimata kamu dan mengandung vit. A. Seperti wortel, bayam, apel, telur, alpukat. Jika kalian tidak menyukainya kamu dapat mencampur sesuai selera kamu.

Selamat mencoba yaaaa.......................semangat!!!!!!!!!!

Liburan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri


Liburan di Waduk Gajah Mungkur

Pertama aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalkan nama ku Nur Sulistyani. Nama panggilan ku Tya. Tanggal kelahiran ku 09-0x-19xx.Tempat kelahiran ku di Desa Kedungwinong, Sukoharjo, Solo Jawa Tengah. Jadi aku punya kampung halaman lohhhh. Aku sekarang tinggal tetap di Kukusan, Depok, Jawa Barat. Aku pulang ke kampung halaman saat ada acara, bulan ramadhan, liburan, atau jika memang ingin pulang aku pulang ke kampung halaman ku.
Semua anggota keluarga besarku tinggal di Kedungwinong. Hanya ibu ku saja yang hijrah ke luar kota. Ya maklum kedua orang tuaku mengadu nasib di depok. Ya itulah ulasan sedikit tentang diriku. Sekarang saatnya aku menceritakan sedikit tentang liburanku ke solo kemarin...
Liburan pun telah tiba. Rasanya hati terasa bebas dari beban yang  sudah menumpuk di pundak ini. Huuuuuu,,maklum saja waktu aku di depok dihabiskan untuk kuliah dan kegiatan ku yang cukup banyak. Oleh karena itu aku memanfaatkan liburan aku semaksimal mungkin, untuk menghilangkan rasa penatku walau hanya sementara. Ya tidak jauh-jauh aku liburan pulang ke kampung halaman ku. Yaitu Desa Kedungwinong....syaaaalllaaaaaaaaaa aku pun pergi dengan ayah ku hanya berdua. Karena ibu dan adikku tidak bisa meninggalkan aktifitas di depok. Ya sedihh sihhh,,tapi tetep seneng lah. Malamnya aku mempersiapkan semua peralatan yang akan aku perlukan begitu juga dengan ayahku. Lalu saatnya tiba. Aku berangkat pukul 15.00 karena aku naik bis. Bis yang aku gunakan juga lumayan bagus. Ya singkat ceritaa... Akhirnya aku sampai di kampung halaman ku. Sungguh nyaman rasanya dikampung halaman sendiri. Sejuk udaranya karena jauh dari polusi dari kendraan-kendaraan atau kebisingan, nyaman, dan jauh dari keramaian ya walau kemacetan tidak mungkin terhindarkan, termasuk dikampungku. Satu hari aku beristirahat dirumah nenek ku karena aku kalau ke kampung halaman pasti tidur rumah nenek ku. Lalu dihari berikutnya.....
Aku pergi ke salah satu tempat wisata disana. Sering disebut dengan Waduk Gajah Mungkur. Tempatnya di daerah Wonogiri, Jawa Tengah. Tempatnya jauh dari jangkauan perkotaan. Karena tempatnya juga diatas gunung. Dan masih jarang terjamah oleh para wisatawan dari luar kota apalagi luar negeri. Padahal tempatnya juga bagus, indah, dan waduknya itu sangat sangat sangat luas. Ya kata ayahku waduk itu dibangun pas zamannya Pak Suharto. Waduk itu dahulu merupakan dusun penduduk, lalu kepemerintahan Pak Harto tersebut membangun sebuah waduk. Dann kalian tahu???? Ada 3 dusun yang di pindahkan ke dusun lain. Karena di dusun tersebut akan dibuat danau itu. Tujuannya untuk menyalurkan air ke sawah-sawah petani. Ya suatu tujuan yang sangat bagus. Bahkan sekarang bukan haya untuk mengairi sawah tapi untuk PLTA bagi daerah itu.
Sarana dan prasarana disana juga cukup bagus. Ada wahana permainan anak-anak ada juga lohh kebun binatang mini yang sengaja dibuat disana. Karena disana tidak ada kebun binatangnya. Ada permainan bebek-bebekan air, ada perahu mini yang bisa digunakan untuk mengelilingi waduk itu, dan ada tempat untuk memancing. Wahhh seruuuuuu bangettt deh.
Disana juga ada tempat kuliner. Disana disediakan seperti tenda-tenda yang tempatnya pas dibelakang waduk. Jadi kita bisa mancing lalu kita bisa langsung mengolahnya sendiri. Ada juga yang siap santab. Ya aku dan ayah sih lebih milih yang siap santab. Karena kita ga mau repot, hehehhe. Akhirnya kita makan sebentar disana ditepi waduk ditemani oleh seekor ikan nila dan teh anget manis. Mantaaaaabbbbbbbbb sekali.
Selesainya kami makan dan hari pun sudah sore kami pun berfoto-foto disekitar waduk tersebut. Dengan latar belakang waduk yang menjulang luas aku pun berfoto-foto sampai puas. Mantabbb. Dan setelah kami sudah puas dengan petualangan kami. Kami  pun bergegas pulang. Oh iya aku tidak lupa membelikan 4 ekor ikan untuk nenek ku dan sanak sodaraku yang ada dirumah. Hehehe. Akhirnya aku pun lekas pulang dengan bapak. Ya semoga ada kesempatan lagi untuk datang ke Waduk Gajah Mungkur bersama keluargaku. Dan waduk gajah Mungkurnya bisa lebih asyik lagi. Aminnnnnnn......
Sekian cerita ku... terimakasih ya.


BOROBUDUR


Borobudur
Borobudur merupakan sebuah situs sejarah yang terletak di Indonesia. Dan sempat menjadi salah satu 7 keajaiban dunia. Candi ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Fasilitas yang ada di Candi Borobudur seperti:
1.      Pusat Informasi
2.      Museum Karmawibangga
3.      Museum Kapal Samudraraksasa
4.      Halaman Parkir yang luas
5.      Toilet yang memadai
6.      Musholla
7.      Tempat Belanja untuk para pengunjung
8.      Bukit Dagi yang bisa dijadikan sebagai wahana outbond
9.      Mengunakan Kain Sarung yang sering disebut Sarungnisasi
10.  Diberikan pengalaman untuk megetahui lingkungan desa
Wahana yang ada di candi borobudur seperti:
1.      Atraksi gajah yang juga bisa disewa oleh para pengunjung
2.      Kereta taman Candi Borobudur
3.      Wahana bermain anak
Harga tiket untuk masuk ke Borobudur:
1.      Wisatawan Umum Nusantara                         :Rp.30.000
2.      Wisatawan Umum nusantara <6 tahun           :Rp.12.500
3.      Wisatawan Umum Mancanegara                    :Rp.190.000
4.      Wisatawan Umum Mancanegara < 6thun       :Rp.95.000

Diatas adalah sekilas info tentang Candi borobudur. Sekarang saya yang akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya jalan-jalan di kawasan Candi borobudur.
Sebenarnya kampung halaman saya terletak di kota Solo, Jawa Tengah. Tapi saat itu saya memiliki rencana ingin datang ke Candi Borobudur. Dan akhirnya saya pun berangkat ke Candi Borobudur dengan salah satu saudara saya, saya jalan berdua dengannya.
Saya berangkat dari rumah jam 07.00 pagi. Saya naik kendaraan umum agar lebih asik. Pertama saya naik motor menuju tempat pangkalan bus A agar kami bisa ke terminal kota. Ssampainya diterminal kota dengan bus A saya pindah mencari bus yang jurusan Jogjakarta, dari Solo ke Jogjakarta perjalan yang saya tempuh kurang lebih 2 jam. Saya di bus itu sampai tertidur lelap, dan banyak sekali pengamen jalanan yang memasuki bus itu yaa maklum saja bus umum. Lalu sesampainya dikota Jogjakarta dan saya pun turun di terminal kota saya pun pindah ke bus jurusan Magelang. Di perjalanan saya menghabiskan waktu kira-kira 1 jam. Perjalanan sangat seru sekali karena pemandangan yang indah dan saya pun melihat bekas lahar dingin. Sisa-sisa bekas letusan gunung merapi yang meletus kira-kira tahun 2011 lalu. Dan melihat salah satu sungai yang isinya bekas lelehan gunung merapi dan melihat sisa bagaimana ganasnya lahar dingin menghantam desa tersebut. Dengan membayangkannya saja saya sudah merinding. Apalagi jika saya yang merasakan. Ya allah...
Tidak terasa perjalanan saya pun sudah saya lewati selama hampir 4 jam dari Solo ke Candi Borobudur. Tapi perjuangan saya pun belum habis, saya mesti naik ke puncak Candi. Itu rasanya sangat amat membutuhkan energi untuk mencapai puncak. Tapi saya tidak mau kehilangan moment saya memutuskan tidak naik delman tapi saya jalan kaki ke puncak Candi. Saya membeli tiket lalu saya masuk ke dalam candi. Luar biasa ciptaan Tuhan..Indonesia Memang Indah Kawan. Saya melihat semua keindahan kota Jogjakarta dengan luasnya, dengan pohon-pohon, bukit-bukit, dan pemandangan lainnya. Semua rasa lelah, letih, lunglai, lesu yang saya rasakan hilang sekejap. Saya sangat senang sekali. Dan saya pun dipinjami sarung batik yang harus dan wajib dikenakan oleh para semua pengunjung. Saya akhirnya  memakai sarung itu. Saya berfoto-foto di dalam candi. Saya mengelilingi semua sisi candi. Tapi sayang sungguh sayang hujan pun turun. Akhirnya saya turun kebawah dan mengakhiri semua petualangan saya itu. Hampir 2 jam saya menjelajah Candi Borobudur. Saya juga kecewa karna saya tidak bisa memasuki wahana-wahana yang disediakan disana. Tapi saya masih tetap bisa mampir ke pasarnya. Yang menjual banyak souvernir disana. Saya membeli gantugan kunci, tas, baju, dompet. Itu semua sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman saya dikampus. Karna harganya cukup miring jadi saya membelikan oleh-oleh. Sudah hampir 1 jam saya mengelilingi pasar tersebut akhirnya saya pun pulang. Kaki saya sudah terasa sangat linu. Tapi saya juga ga mau memakai fasilitas andong. Karna saya sudah pernah merasakan naik andong. Jadi saya jalan kaki menuju bawah. Sambil ngeliat-liat barang dagangan yang dijual oleh pedagag disana. Saya pulang juga sama seperti saya berangkat. Saya naik bus 3 kali naik bus. Dan sesampainya di Solo dengan menempuh perjalanan 4 jam yang lebih lama dibandingkan dengan berangkatnya. Saya pun sampai dirumah saya langsung mandi dan istirahat.
Inilah cerita singkat saya tentang pengalaman saya ke Candi Borobudur. Terimakasih yaaa....




Sesi Wawancara Sesama Pengunjung.
Saya                : bagaimana perasaan anda mengunjungi Candi Borobudur?
Pengunjung     : Emmm.. perasaan saya senang dan bangga sekali. Karena Indonesia beruntung memiliki peninggalan sejarah dan sekarang menjadi tempat wisata yang sering sekali dikunjungi oleh wisatawan asing.
Saya                : sudah berapa kali anda mengunjungi Candi Borobudur ini?
Pengunjung     : saya baru pertama kali mengunjungi tempat wisata ini. Dan saya sangat takjub.
Saya                : kesan pertama kali anda mengunjungi Candi borobudur ini apa?
Pengunjung     : “waaaahhhhh” itu tidak bisa di ceritakan. Sangat menajubkan karena Indonesia Itu Indah Kawan.
Saya                : oh begitu ya. Yasudah terimakasih ya
Pengunjung     : iya, sama-sama.